Frustasi
Begitu
pidato sang proklamator yang menggeledek menggelegar, seakan akan
sep
erti suara halillintar yang menyambar, disambut dengan ingar bingar oleh para pendengar, membakar semangat dan kemauan yang kuat. Namun harus dipahami bahwa maksu menginjak bumi adalah mampu menakar dan mengukur kekuatan diri bila suatu saat bahaya menghampiri, yakni adanya keseimbangan (tawadzun) antara kemauan dengan kemampuan, juga antara cita-cita dengan realita.
ALLAH MEMBERI PERTOLONGAN BAGI HAMBANYA YANG SABAR
Memang sudah menjadi fitrah manusia, bila semangat sedang berkobar kobar, maka hilangl pula sikap bersabar
dan hanya kemauan yang tergambar. Bila luapan hati sedang menggelora,
semangat sedang membara, maka ingi segala sesuatu dapat diselesaikan
dengan segera. Dalam kondisi hati yang tidak tenang, yang terbayang
hanyalah ingin menang maka energi akhirnya banyak terbuang.
Dalam kondisi semacam diatas,bila apa yang dibayangkan secara berlebih lebihan itu tidak mampu mewujudkan dalam realitas, maka terjadilah tabrakan mental , yakni antara cita cita dengan realita, sehingga terjadi apa yang disebut "frustasi". Maksudnya, apa yang menjadi keinginan tak terpenuhi, himpitan dan berbagai kesulitan seakan akan sulit terpecahkan.
Dalam kondisi semacam diatas,bila apa yang dibayangkan secara berlebih lebihan itu tidak mampu mewujudkan dalam realitas, maka terjadilah tabrakan mental , yakni antara cita cita dengan realita, sehingga terjadi apa yang disebut "frustasi". Maksudnya, apa yang menjadi keinginan tak terpenuhi, himpitan dan berbagai kesulitan seakan akan sulit terpecahkan.
Namun,
bagi yang memandang hal yang diinginkan itu tidak terlalu penting dan
bukan hanya sattu satunya, maka diri seseorang akan mampu manggantikan
satu objek substitusi yang lain sehingga luka hati tidak semakin parah.Pada umumnya, orang memandang frustasi selalu dikaitkan dengan putus asa, lari dari relita dengan jalan menutup mata. Berpura pura, cenderung menggasak dan merusak segala apa yang tampak atau menambinghitamkan orang lain. padahal, banyak frustasi yang berkonotasi positif dan membawa sikap konstruktif.
Mereka mampu mengambil berkah dan hikmah dari kegagalan itu untuk melakukan instropeksi.Bahkan memandangnya sebagai rahmat yang tersembunyi (blessing in disguise). Setelah melakukan evaluasi, ternyata apa yang dilakukannya memang masih jauh dari harapan. Lalu, dia melipatgandakan kegiatan dan akhirnya apa yang diinginkan itu diraih dan diperoleh dengan sangat memuaskan. Ada kalanya melakukan kompensasi atau substitusi lain yang dipandangnya lebih susuai. setelah ditekuni ternyata membawa sukses yang gilang gemilang.
Belum lama ini, puluhan ribu orang mengikuti ujian masuk CPNS. Padahal ruang dan peluang yang tersedia amat sediki. Sebagian mereka memandang berlebih lebihan, bahwa seakan akan hanya lapangan pekerjaan itulah yang mampu membawa kebahagiaan menjadi harapan masa depan. Padahal masih ribuan lapangan kerja yang memberi ruang dan peluang untuk mendapatkan uang, asalkan mau berjuang.
Bila jalan pikiran pertama yang ditempuh, maka kemungkinan frustasi negatif akan menimpa dirinya, sehingga stress dan gangguan jiwa akan terbawa. Tetapi bila jalan pikiran kedua yang digunakan, dimana memiliki keyakinan bahwa masih ribuan lapangan kerja yang belum disentuh, maka tidak akan terkena frustasi yang negatif.
Demikian juga para penggila sepakbola yang mengharapkan secara berlebih lebihan terhadap sang idola ternyata kalah, Bila mereka tidak memiliki ketahanan mental spiritual, tentu cenderung akan mengamuk, menggasak,dan merusak fasilitas yang ada.
Karena itu pengertian sehat dan cerdas.bukan saja pada otak tetapi juga pada watak. CERDAS berarti, Cakap emosional Rasional dan Amalan Spiritual.
Segala
tindakan yang dilakukan menjadi seimbang dan smbung antara EQ
(Emotional Quotient), IQ (Inteligent Quotient), dan SQ (Spiritual
Quotient).Banyak orang yang cerdas dalam hal intelijensia gagal mencapai
cita cita lantaran tidak mampu menjaga keseimbangan dengan mental
spiritualnya.
Frustasi tidak akan melanda pada orang yang bersabar, karena dalam meraih dan memperoleh kemenangan modalny harus BERSABAR. Maksudnya bila Emosi Rasio seimbang, ALLAH Berikan Anugerah dan Rahmah.Kesabaran dan kesadaran diperlukan karena untuk mencapai sesuati itu perlu proses. Sukses tanpa proses hanya akan menimbulkan protes.
Alhasil, bila frustasi disikapi dengan mental yang negatif, maka akan menemukan jalan buntu dengan tujuan yang tidak menentu dan segala kesempatan telah tertutup pintu. Tetapi bila disikapi dengan mental yang positif dan konstruktif, maka akan menemukan jalan keluar dan segala aktivitas menjadi lancar, karena ALLAH akan memberi pertolongan kepada hamba-Nya yang sabar dan sadar.
Wallahu a'lamu bi's shawabi
Frustasi tidak akan melanda pada orang yang bersabar, karena dalam meraih dan memperoleh kemenangan modalny harus BERSABAR. Maksudnya bila Emosi Rasio seimbang, ALLAH Berikan Anugerah dan Rahmah.Kesabaran dan kesadaran diperlukan karena untuk mencapai sesuati itu perlu proses. Sukses tanpa proses hanya akan menimbulkan protes.
Alhasil, bila frustasi disikapi dengan mental yang negatif, maka akan menemukan jalan buntu dengan tujuan yang tidak menentu dan segala kesempatan telah tertutup pintu. Tetapi bila disikapi dengan mental yang positif dan konstruktif, maka akan menemukan jalan keluar dan segala aktivitas menjadi lancar, karena ALLAH akan memberi pertolongan kepada hamba-Nya yang sabar dan sadar.
Wallahu a'lamu bi's shawabi
Oleh : IMAN MUNAWWIR
Adalah cendekiawan muslim dan dosen Fak. Ekonomi Unmuh Jember.


Komentar
Posting Komentar